Kamis, 26 Maret 2015

Review Rayya Cahaya Di Atas Cahaya

Sinopsis (sebagian)
Rayya adalah seorang artis besar, beragam talenta. Dia seorang aktris, pemusik, penyanyi, juga bahkan seorang model. Dunia glamor yang diimpikan banyak orang sudah dalam genggaman. Keangkuhan-keangkuhan yang biasa datang dengan kesuksesan pun direngkuhnya. Tapi, keberhasilan melemahkannya Rayya di'campakkan', momentum itu menjadi pemicu yang mengubah galau Rayya menjadi sebuah rencana untuk menghentikan hidupnya sendiri Rencana itu mendapat kesempatan baik untuk terlaksana ketika Rayya harus mengerjakan sebuah project pembuatan autobiografinya.Rayya membuang airmatanya, membuang harapannya, membuang segalanya tentang dirinya dengan harapan pada akhirnya tak akan ada yang tersisa.


Sedikit review dalam perspektif ilmu komunikasi
Dalam film ini diceritakan sosok Rayya, seorang artis terkenal yang dirundung masalah asmara dengan kekasihnya Bram, seorang pilot yang telah menghiatnati cinta Rayya. Bram diam-diam menikahi perempuan lain tanpa sepengetahuan Rayya, namun setelah istri Bram mengandung selama tujuh bulan, barulah saat itu Bram mengakui perbuatannya dihadapan Rayya. Rayya merasa terpukul dan kecewa sekaligus dendam kepada Bram.
Kemarahan dan tangisan tak terbendung dari diri Rayya. Ia memaki dan mencaci Bram atas perbuatannya kepada Rayya. Cacian dan Makian Rayya kepada Bram jika kita kaitkan dengan kajian ilmu komunikasi, adalah cara Rayya mengekspresikan kekecewaan dan dendamnya yang disebut Komunikasi ekspresif yang terdapat pada fungsi komunikasi.
Dalam perjalanannya melakukan pemotretan, Rayya tidak ingin di temani oleh seluruh crewnya, melainkan dia hanya ingin ditemani oleh fotografernya saja. Di tengah perjalanan menuju lokasi pemotretan, Rayya tiba-tiba menghentikan perjalanan dan menganggap sang fotografer melakukan perselingkuhan. Spontan Kemal (fotografer) kaget dan bertanya apa maksud dari perkataan Rayya tadi. Rayya bermaksud tidak ingin jika fotografernya membawa tim kerjanya dalam pemotretan tersebut karena itu artinya sang fotografer tidak sedang sendiri. Lantas Kemal langsung menyuruh timya yang sudah tiba di lokasi untuk pulang. Disini terjadi kegagalan persepsi antara Rayya dan fotografernya. Kesalahan persepsi yang terjadi adalah kesalahan atribusi mengenai kata selingkuh. Rayya berpandangan seseorang berselingkuh jika ia tidak menepati atau menghina apa yang Rayya inginkan. Sedangkan Kemal menafsirkan kata selingkuh seperti penafsiran orang lain pada umumnya.

Mungkin cukup sekian!