Sinopsis (sebagian)
Rayya adalah seorang artis besar, beragam talenta. Dia
seorang aktris, pemusik, penyanyi, juga bahkan seorang model. Dunia glamor yang
diimpikan banyak orang sudah dalam genggaman. Keangkuhan-keangkuhan yang biasa
datang dengan kesuksesan pun direngkuhnya. Tapi, keberhasilan melemahkannya
Rayya di'campakkan', momentum itu menjadi pemicu yang mengubah galau Rayya
menjadi sebuah rencana untuk menghentikan hidupnya sendiri Rencana itu mendapat
kesempatan baik untuk terlaksana ketika Rayya harus mengerjakan sebuah project
pembuatan autobiografinya.Rayya membuang airmatanya, membuang harapannya,
membuang segalanya tentang dirinya dengan harapan pada akhirnya tak akan ada
yang tersisa.
Sedikit review dalam perspektif ilmu komunikasi
Dalam film ini diceritakan sosok Rayya, seorang artis
terkenal yang dirundung masalah asmara dengan kekasihnya Bram, seorang pilot
yang telah menghiatnati cinta Rayya. Bram diam-diam menikahi perempuan lain
tanpa sepengetahuan Rayya, namun setelah istri Bram mengandung selama tujuh
bulan, barulah saat itu Bram mengakui perbuatannya dihadapan Rayya. Rayya
merasa terpukul dan kecewa sekaligus dendam kepada Bram.
Kemarahan dan tangisan tak terbendung dari diri Rayya. Ia
memaki dan mencaci Bram atas perbuatannya kepada Rayya. Cacian dan Makian Rayya
kepada Bram jika kita kaitkan dengan kajian ilmu komunikasi, adalah cara Rayya
mengekspresikan kekecewaan dan dendamnya yang disebut Komunikasi ekspresif yang
terdapat pada fungsi komunikasi.
Dalam perjalanannya melakukan pemotretan, Rayya tidak ingin
di temani oleh seluruh crewnya, melainkan dia hanya ingin ditemani oleh
fotografernya saja. Di tengah perjalanan menuju lokasi pemotretan, Rayya
tiba-tiba menghentikan perjalanan dan menganggap sang fotografer melakukan
perselingkuhan. Spontan Kemal (fotografer) kaget dan bertanya apa maksud dari
perkataan Rayya tadi. Rayya bermaksud tidak ingin jika fotografernya membawa
tim kerjanya dalam pemotretan tersebut karena itu artinya sang fotografer tidak
sedang sendiri. Lantas Kemal langsung menyuruh timya yang sudah tiba di lokasi
untuk pulang. Disini terjadi kegagalan persepsi antara Rayya dan fotografernya.
Kesalahan persepsi yang terjadi adalah kesalahan atribusi mengenai kata selingkuh.
Rayya berpandangan seseorang berselingkuh jika ia tidak menepati atau menghina
apa yang Rayya inginkan. Sedangkan Kemal menafsirkan kata selingkuh seperti
penafsiran orang lain pada umumnya.
Mungkin cukup sekian!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar